Ratusan Kades Tuntut Tersangka Dibebaskan

KABARBLITAR.com – RATUSAN kepala desa se-Kabupaten Blitar yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) Kabupaten Blitar, Selasa (5/1) kemarin menggelar unjuk rasa di kantor Pemkab Blitar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar serta Pengadilan Negeri (PN) Blitar. Mereka menuntut dibebaskannya kepala desa Panggung Duwet, Kecamatan Kademangan, Mustain yang ditahan atas kasus dugaan korupsi sistem informasi objek pajak (Sismiop).

foto: solopos.com

Para Kades memulai aksi di depan kantor Pemkab Blitar di Jl Soedanco Supriadi Kota Blitar. Dijaga ketat aparat kepolisian, beberapa Kades melakukan orasi bernada kecaman terhadap pejabat Pemkab Blitar yang lepas tangan terhadap kasus yang menimpa para kepala desa.

“Para perangkat desa yang tersandung kasus hukum sebenarnya hanya merupakan korban dari ketidakseriusan pejabat Pemkab Blitar dalam memberikan perlindungan hukum,” kata salah seorang perangkat desa, Abdul Chamim.

Dikatakan Chamim, kasus-kasus yang menyeret para perangkat mestinya bisa diselesaikan di tingkatan pengawas internal Pemkab Blitar yang dalam hal ini Inspektorat. Sebab kebanyakan para perangkat desa hanya melakukan kesalahan administrasi. “Jadi sangat aneh kalau kemudian aparat hukum ikut-ikutan menangani masalah ini,” kilahnya.

Setelah puas berunjuk rasa di kantor Pemkab Blitar, mereka melanjutkan aksi di Kejari Blitar. Pengunjuk rasa meminta kejaksaan menangguhkan penahanan terhadap Kades Panggung Duwet, Mustain yang ditahan sejak 2008. Dalam kasus tersebut Mustain dinilai telah menyalahgunakan wewenang dengan melakukan tarikan terhadap warga untuk setiap pengukuran objek pajak berupa tanah. Nilai pungutan antar satu warga dengan warga lainnya bervariasi. Antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Menanggapi tuntutan pembebasan tersangka, Kasi Intel Kejari Blitar, Mohamad Riza Wisnu Wardana mengatakan, penangguhan penahanan sudah bukan wewenang kejaksaan, sebab kasus itu telah dilimpahkan ke PN Blitar untuk disidangkan. “Kami tidak punya wewenang untuk membebaskan tersangka, karena kasus tersebut telah kami limpahkan ke pengadilan,” kata Riza.

Gagal menekan kejaksaan, massa melanjutkan aksi ke PN Blitar. Perwakilan massa yang menemui ketua PN Blitar, Agus Hariadi SH kembali memohon pembebasan tersangka. Bahkan mereka mengancam, akan menduduki kantor PN Blitar jika tuntutan mereka tidak dikabulkan. “Apa pun alasannya kami minta supaya Mustain dibebaskan,” kata ketua FKPD Fakihudin.

Namun Ketua PN Blitar, Agus Hariadi tidak terpengaruh dengan desakan para Kades. Ia tetap bersikukuh bahwa penangguhan penahanan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. “Harus melalui mekanisme hukum. Penangguhan penahanan dilakukan dalam persidangan,” kata Agus.

Agus menyarankan kepada para kades jika ingin pembebasan Mustain, harus ada surat pengajuan penangguhan penahanan. Selanjutnya pengadilan akan memproses pengajuan tersebut. Setelah mendapat penjelasan dari Agus para pengunjuk rasa membubarkan diri. (HENDIK YUANTORO)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s