Kejaksaan Blitar Hentikan Penanganan Kasus Korupsi Sismiop

KABARBLITAR.com – Kejaksaan Negeri Blitar menghentikan proses penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana program Sistem Manajemen Informasi Obyek Pajak (Sismiop) Kecamatan Kesamben tahun 2009. “Kami tak punya cukup alat bukti,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Blitar Mohammad Riza Wishnu, Senin (27/9).

ilustrasi

Menurut Riza, kasus yang berawal dari laporan masyarakat tersebut tidak memenuhi unsur korupsi. Sejumlah dana yang diduga hasil pungutan liar atas pengurusan sertifikat diketahui dipergunakan untuk membangun infrastruktur desa.

Kasus tersebut mencuat setelah dilaporkan warga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar kepada kejaksaan, 14 Juli 2009 silam. Terjadi pungutan liar yang dilakukan aparat kelurahan dalam pengurusan sertifikat tanah sebesar Rp 125 ribu per bidang tanah. Jumlah tanah yang diduga menjadi obyek pungutan mencapai 205 bidang, dengan nilai kerugian Rp 17,8 juta.

Menurut Riza, program pemerintah yang mempermudah pengurusan sertifikat tanah tersebut diberlakukan pada 4.428 bidang tanah di lima dusun, yakni Dusun Jugo, Plampangan, Sanggrahan, Sanan dan Dusun Jajagan. Sesuai program tersebut, setiap pemohon sertifikat seharusnya tidak dikenai pungutan apapun.

Berdasarkan laporan warga, kata Riza, jaksa menemukan fakta bahwa perangkat desa memang melakukan penarikan dana dari warga. Namun, dana dimanfaatkan untuk kepentingan umum, seperti membiayai perbaikan jalan, pengecoran atau rabat jalan, perbaikan parkir sepeda di masjid, membiayai peringatan HUT RI, dan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar. “Tidak ada yang masuk ke kantong pribadi perangkat desa,” ujar Riza.

Penghentian penyelidikan tersebut menuai kecaman masyarakat, terutama para pemohon sertifikat yang mengaku menjadi korban pungutan liar. “Namanya korupsi ya, harus ditindak,” kata Sentot, koordinator warga Desa Jugo yang melaporkan kasus itu ke kejaksaan.

Dia juga membantah dana tersebut untuk membiayai pembangunan infrastruktur desa. Sebab seluruh dana untuk infrastruktur desa justeru digalang langsung dari masyarakat tanpa menggunakan dana pengurusan sertifikat. HARI TRI WASONO.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s