Pulihkan Kesehatan, TKI Blitar yang Disiksa Majikan Dibawa ke PPT

Surabaya – Setelah gagal menjalani operasi dari kebutaan mata, Haryatin (32), TKI asal Dukuh Bakalan, Desa Wonodadi, Blitar, dikirim ke Pusat Pelayanan Terpadu (PTT) Pemprov Jatim di kompleks RS Bhayangkara Polda Jatim.
Haryatin yang didampingi suaminya Syamsul Huda bersama petugas Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Pemprov Jatim, tiba di PPT sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (19/11/2010). Sebelum masuk ke ruang isolasi PPT, Haryatin konsultasi ke dokter mata RS Bhayangkara Polda Jatim.
“Kita bawa ke sini untuk memulihkan kondisi psikisnya, agar tidak trauma dengan kejadian yang dialaminya,” kata Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Hargadono, kepada wartawan di depan PTT.
Hargandono menerangkan, di PTT, Haryatin akan ditangani oleh ahlinya seperti psikiater, dokter mada, pekerja sosial, pengacara dan ahli lainnya. Haryatin akan menginap di PTT untuk memulihkan kondisinya dan menghilangkan traumanya.
“Selain memulihkan kondisinya, kita juga melakukan pendampingan hukumnya,” terangnya.
Ia menambahkan, untuk penanganan hukumnya melibatkan negara lain, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja, agama, kedutaan dan kementerian luar negeri.
“Untuk membahas kasusnya, nanti ditunjuk kuasa hukum oleh keluarganya,” terangnya.
Menurutnya, kasus yang dialami ibu satu anak itu, tetap diproses hukumnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap masalah TKI seperti, perusahaan yang memberangkatkan Haryatin kerja sebagai TKW di rumah majikannya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), BNP2TKI dan pihak terkait lainnya.
“Mereka harus bertanggungjawab kesehatannya, asuransinya, termasuk perusahaan yang memberangkatkannya,” tuturnya.
Sementara itu, meski Haryatin menerima gaji sebesar Rp 3,5 juta per bulan dan sudah kontrak dengan perusahaan yang memberangkatnya sebagai TKI selama tiga kali, Haryatin mengaku trauma dengan kejadian penyiksaan yang mengakibatkan dirinya mengalami kebutaan yang dialaminya.
“Nggak saya nggak mau jadi TKW lagi,” tutur Haryatin yang didampingi suaminya Syamsul Huda. (bdh/bdh)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s