Jembatan Ambruk, 2 Dusun di Blitar Terisolir

KABARBLITAR.com – Sebuah jembatan yang menghubungkan dua dusun yaitu Dusun Patok dan Manukan, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ambruk, mengakibatkan dua dusun terisolir dan perekonomian warga terganggu.

Sugeng, salah seorang warga mengaku, ‘ambleknya’ jembatan itu terjadi setelah hujan turun terus menerus dengan sangat deras. Hujan itu mengguyur Dusun Patok, membuat air Sungai Kreweng meluap dan banjir.

“Air sungai yang meluap ini menerjang pondasi jembatan hingga amblek dan tidak dapat dilewati warga,” katanya di Blitar, Jumat.

ilustrasi

Kami belum putuskan untuk rencana pembuatan jembatan darurat. Kami masih menerjunkan tim ke sana. – Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Blitar Wiyakto 

Ia mengatakan, ambruknya jembatan itu sangat merepotkan warga. Jembatan itu adalah satu-satunya penghubung di antara mereka. Segala aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan lain sangat tergantung dengan jembatan itu. Dua dusun juga terisolir yaitu Dusun Patok dan Jiwut yang masuk Desa Patok, Garum.

Sugeng mengatakan, warga akan sulit untuk beraktivitas. Mereka harus memutar hingga lebih dari dua kilometer untuk sampai di daerah tujuan. Kondisi ini tentunya sangat menyulitkan, terutama anak – anak yang sekolah, karena mereka harus berangkat lebih pagi untuk sampai di sekolah.

Nurkholis, warga lainnya juga mengatakan ambruknya jembatan itu juga membuat khawatir warga. Tepi sungai sudah ambrol, tanahnya banyak yang teseret air hujan. Jarak antara rumah warga dengan sungai juga sangat dekat, hanya sekitar dua meter.

“Jarak antara rumah warga dengan bibir sungai juga sangat dekat, hanya sekitar dua meter. Kami khawatir, rumah warga akan ikut ambrol jika terus dibiarkan,” katanya.

Beberapa warga ternyata belum mengetahui jika jembatan antardusun yang lebarnya dua meter itu sudah ambruk. Mereka terpaksa harus kembali mencari alternatif jalan lain, untuk sampai di lokasi tujuan.

Karena belum ada papan pengumuman tentang ambruknya jembatan antardusun itu, warga sekitar sungai akhirnya membuat papan yang memberitahukan bahwa jembatan sudah ambruk dan tidak dapat digunakan.

Nurkholis sendiri mengatakan, warga sudah melaporkan hal ini ke perangkat desa setempat, dengan harapan segera dibangun jembatan alternatif. Jembatan ini sangat dibutuhkan wargauntuk memperlancar aktivitas ekonomi, maupun pendidikan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Blitar Wiyakto mengaku belum bisa memutuskan untuk pembangunan jembatan alternatif di dusun tersebut.

Pemkab masih menerjunkan tim untuk mengetahui kondisi langsung jembatan itu. “Kami belum putuskan untuk rencana pembuatan jembatan darurat. Kami masih menerjunkan tim ke sana,” kata Wiyakto. asmaul chusna



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s