Pembelian Istana Gebang Bisa Gagal

KABARBLITAR.com – Pembelian Istana Gebang terancam batal.Pihak ahli waris pemilik rumah masa kecil Presiden Soekarno itu masih belum satu suara menerima tawaran Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Dari awal pihak keluarga yang ditunjuk adalah Pak Bambang Sukaputra, bukan Pak Satria Sukananda. – Aryo Suko Kusumo, satu dari banyak ahli waris

Bahkan, sampai saat ini salah seorang ahli waris masih enggan melepas rumah peninggalan keluarga Bung Karno dengan harga Rp 35 miliar. Mereka bertahan dengan harga Rp 50 miliar, sebagaimana sebelumnya ditawarkan saudagar negara Malaysia.

foto: wikipedia

Dengan begitu, apa yang disampaikan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf terkait kesepakatan pembelian rumah di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar tersebut patut diragukan kebenarannya.

Bahkan, pembelian tersebut terancam batal, mengingat Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar tidak akan membeli jika melampaui harga Rp 35 miliar.“Belum ada kesepakatan, termasuk harga Rp 35 miliar,“ ujar Ketua Majelis Pelestari Ajaran Bung Karno Kota Blitar Bambang Gunawan kepada harian SINDO.

Sehari lalu Bambang mengaku telah berkomunikasi dengan salah seorang ahli waris Istana Gebang yang bernama Ny Retri. Dia sengaja bertanya kabar terjualnya warisan mendiang Ny Soekarmini Wardojo, kakak kandung Bung Karno, seharga Rp 35 miliar, yakni Rp 10 miliar dibebankan kepada Pemkot Blitar dan Rp25 miliar menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim.

“Bu Retri mengatakan, keluarga, khususnya dia, tetap meminta harga Rp 50 miliar. Sampai saat ini ahli waris belum satu kata,“ ungkap Bambang.

Kata Bambang menirukan Ny Retri, angka Rp 35 miliar seperti yang disampaikan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar ataupun Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf saat berkunjung ke Blitar masih jauh. Ahli waris tidak akan mengotak-atik lagi nilai jual aset sejarah tersebut dengan harga Rp 50 miliar.

Secara yuridis, tanpa bubuhan tanda tangan salah seorang ahli waris yang seluruhnya berjumlah 12 orang, transaksi jual beli Istana Gebang tidak akan bisa dilakukan. Indikasi belum kompaknya keluarga Istana Gebang diperkuat oleh keterangan Aryo Suko Kusumo, 63, salah seorang ahli waris.

Aryo yang anaknya menjadi perawat ”ndalem gebang” mengaku belum menerima informasi dari saudaranya mengenai kesepakatan pembelian. Aryo pun menyangkal Satria Sukananda sebagai utusan keluarga dalam bernegosiasi dengan pembeli.

“Dari awal pihak keluarga yang ditunjuk adalah Pak Bambang Sukaputra, bukan Pak Satria Sukananda. Kalaupun sepakat dijual dengan harga yang sudah ditentukan, tentunya ada pembicaraan bersama dulu,“ ujarnya.

Untuk mengatasi kesimpangsiuran, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Syaiful Maarif meminta Pemkot Blitar segera menyelesaikan persoalan di tingkat ahli waris.

Jika memang fakta tersebut benar, politikus dari PKB ini menyayangkan langkah pemerintah yang terburuburu
menyampaikan informasi yang belum pasti.“Kalau tidak segera diatasi, ini bisa saja menjadi preseden buruk bagi pemerintah,“ ucapnya.

Syaiful telah meminta Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar untuk mengkaji ulang harga beli Istana Gebang yang akan disepakati sesuai kemampuan APBD. (solichan arif)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s