100 Peserta Tes CPNS Diduga Titipan Dewan

KABARBLITAR.com – Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Blitar rawan gugatan. Setidaknya ada 100 nama peserta ujian yang diduga titipan oknum anggota DPRD dan pejabat setingkat kepala dinas.

ilustrasi

Tidak tanggung-tanggung, CPNS titipan tersebut sebanyak 100 orang.Mereka rela merogoh kocek sebesar Rp 60 juta–Rp 150 juta agar bisa menjadi “abdi negara”di lingkup Pemkab Blitar.

“Saat ini semua data mengenai kecurangan itu telah kami kumpulkan,“ ujar Koordinator LSM Aliansi Masyarakat Antikorupsi (AMAK) Wasis Kunto Admojo kepada wartawan. Untuk mengungkap praktik busuk ini, AMAK berkoalisi dengan Forum Bumi Kelangitan (FBK), LSM Pemuda Penegak Amanat Revolusi (PP APRI), Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Blitar (STKIP), dan HMI Blitar.

“Dalam masalah ini AMAK diminta menjadi juru bicaranya,“ papar Wasis. Dari temuan yang terkumpul, para makelar mematok banderol antara Rp 100 juta–Rp 150 juta kepada pendaftar ujian PNS setingkat S1. Sementara untuk posisi PNS dengan berbekal ijazah diploma II dan III, harga yang harus dibayar setiap peserta Rp 60 juta–Rp 90 juta.

“Kami memiliki keterangan saksi, termasuk korban,“ ungkap Wasis. Agar tidak kentara, para calo tidak langsung mendatangi calon korban. Mereka hanya memberi kesanggupan kepada korban yang berharap besar bisa diterima dalam penerimaan CPNS. Syaratnya, setiap korban diharuskan membayar sesuai ijazah lamaran.Para korban juga dijamin dalam ujian tulis.

“Dalam transaksi ini tidak ada hitam di atas putih. Ini mungkin bagian dari modus calo untuk lepas dari jeratan hukum,“ tegasnya. Namun,Wasis mengaku tidak kekurangan akal. Dia akan mencocokkan 100 nama yang diduga CPNS titipan dalam pengumuman CPNS yang berlangsung pada 21 Desember 2010.Selain itu,dia akan menyerahkan pula seluruh bukti-bukti kecurangan ke Kejaksaan Negeri Blitar.

“Kalau perlu, kami akan aksi turun ke jalan meminta mereka melakukan aksi sumpah pocong guna membuktikan proses yang mereka jalani bersih,“ tandasnya. Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar Panoto yang membenarkan adanya ketidakberesan dalam perekrutan CPNS pada 2010 ini.

Karena itu, DPRD telah membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang merasa telah dirugikan atau menemukan bukti kecurangan dalam penyelenggaraan CPNS. “Tim ini sifatnya independen dengan anggotanya termasuk LSM dan akademisi. Kami pun akan mengawal proses hukum jika memang ada laporan ke jalur hukum,“ urainya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Bachtiar Suko Karjadi menyatakan dengan tegas akan membatalkan peserta CPNS yang terbukti hasil dari kecurangan. “Namun, tentunya diikuti bukti dan alasan hukum yang kuat,“ tuturnya. Siang kemarin panitia CPNS Kabupaten Blitar baru memusnahkan lembar soal tes tulis yang diujikan pada Minggu (12/12) lalu.

Tidak seperti daerah tingkat lain yang memusnahkan dengan cara membakar, panitia CPNS di Kabupaten Blitar menghancurkan soal dengan cara merendam ke air. Pemusnahan ini dilakukan di pabrik milik PT Sidodadi, Desa Sumberdiren, Kecamatan Garum, yakni sebuah perusahaan pembuat wadah telur dari kertas.

“Total yang dimusnahkan 15.000 lembar kertas soal ujian,“ ungkap Kepala Pendidikan dan Latihan BKD Kabupaten Blitar Hartoni. Tumpukan kertas soal itu tersimpan dalam 43 kardus yang total berisi 1421 sampul.Setiap sampulnya berisi 20–40 lembar soal.

Secara aturan pemusnahan dengan merendam di dalam air tidak menjadi masalah. “Sebelumnya kami juga memusnahkan naskah-naskah soal ujian CPNS yang sama di lokasi ini (PT Sidodadi). Jadi, kami
tidak menjual kertas-kertas itu kepada PT Sidodadi,“ ucapnya. (solichan arif)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s