7 Legislator Kabupaten Mangkir Tes Narkoba

KABARBLITAR.com – Sebanyak tujuh anggota DPRD (legislator) Kabupaten Blitar mangkir saat general check up kesehatan yang sekaligus tes narkoba. Tidak ada alasan jelas absennya wakil rakyat yang terhormat ini.
“Saya belum tahu pasti alasan yang tidak ikut tes pada hari ini,“ ujar Ketua DPRD Kabupaten Blitar Guntur Wahono menjawab Harian SINDO.
Tes kesehatan secara kolektif yang menggunakan jasa pihak ketiga ini meliputi tes urine (air kencing) lengkap, darah rutin, lemak lengkap, dan mendeteksi fungsi liver. Kemudian juga memeriksa fungsi ginjal, gula darah, kesehatan jantung, dan foto rontgen.
Tes kesehatan secara menyeluruh ini merupakan bagian dari fasilitas dewan. “Ini dilakukan sekali dalam satu periode. Sebelumnya dilakukan di rumah sakit. Kali ini pelaksanaannya cukup di ruang komisi,“ ungkap Guntur.
Ruang komisi yang sebelumnya hanya ada kursi dan meja untuk rapat, langsung disulap seperti ruang puskesmas. Sekat-sekat dipasang sebagai penutup anggota dewan yang sedang melakukan proses pengambilan urine.
Beberapa anggota dewan terlihat ngeri ketika harus merelakan urat nadi tangannya ditembus jarum suntik guna pengambilan sampel darah.
“Kalau ada yang menjadi pengguna narkoba, dalam tes ini tentu akan ketahuan,“ papar Guntur yang mengaku tidak hafal terkait anggota yang belum mengikuti tes kesehatan.
Informasi yang dihimpun harian SINDO, tidak sedikit anggota DPRD Kabupaten Blitar yang diduga menggemari kehidupan malam seperti karaoke dan sejenisnya.
Aktivitas yang dilakukan di luar jam dinas sebagai dewan ini berdekatan dengan narkoba dan minuman keras. Meski hasil general check up hanya diberikan kepada yang bersangkutan, pimpinan tetap bisa mengetahui kalau memang ada anggota yang darahnya terkontaminasi narkoba. Karena itu, bagi yang belum mengikuti general check up, Guntur meminta segera melaksanakannya.
Sebab, ini merupakan keharusan yang tidak bisa dilewati. “Kalau terbukti ada yang menggunakan narkoba, secara internal akan menyerahkan masalah ke Badan Kehormatan. Pastinya semua wajib mengikuti cek kesehatan,“ tegasnya.
Anggota Fraksi PKB Ahmad Tamim membenarkan bahwa tidak semua anggota bersedia mengikuti general check up kesehatan.
Dia heran penolakan itu karena memang faktor keterlibatan narkoba atau memang beranggapan hal itu (tes kesehatan) bukan sebagai sesuatu yang penting. “Sebab, logikanya ini sudah dianggarkan dan dilaksanakan dengan gratis. Namun, kenapa ada yang menolak,“ urainya lalu tertawa. (solichan arif)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s